Korea Selatan Bidik 30 Juta Wisatawan Mancanegara pada 2028 Lewat Wisata Premium dan Transformasi Digital – Korea Selatan semakin serius menjadikan sektor pariwisata sebagai salah satu tulang punggung ekonomi nasional. Melalui Korea Tourism Organization (KTO), negara ini menargetkan 30 juta kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) pada 2028, lebih cepat dua tahun dari target pemerintah sebelumnya. Strategi ini tidak hanya berfokus pada peningkatan jumlah kunjungan, tetapi juga kualitas pengalaman wisatawan dengan menekankan pada wisata premium seperti kesehatan medis, kecantikan, dan konferensi internasional besar.
Latar Belakang Target Ambisius
- Rekor kunjungan sebelumnya: Korea Selatan mencatat 18,9 juta kunjungan wisman pada 2025, meningkat 15,7% dari tahun sebelumnya.
- Perbandingan regional: Jepang mencatat rekor 42,7 juta bonus new member kunjungan wisman pada 2025, membuat Korea ingin mengejar ketertinggalan.
- Pertumbuhan tahunan: Untuk mencapai target 30 juta pada 2028, Korea membutuhkan pertumbuhan lebih dari 16% per tahun, sebuah laju yang disebut “berani tetapi perlu.”
Strategi Transformasi KTO
KTO menetapkan 2026 sebagai tahun aksi dengan tiga pilar utama:
- Menarik pengunjung baru melalui promosi intensif di pasar global.
- Memperpanjang masa tinggal wisatawan agar konsumsi meningkat.
- Mengintegrasikan kecerdasan buatan (AI) untuk pengalaman wisata yang lebih personal.
Fokus pada Wisata Premium
- Wisata kecantikan: Korea Selatan dikenal sebagai pusat industri kecantikan dunia. Wisata medis dan operasi plastik menjadi daya tarik utama.
- Wisata kesehatan: Layanan medis berkualitas slot deposit 10rb tinggi ditawarkan untuk wisatawan internasional.
- Konferensi internasional: Korea menargetkan lebih banyak event global untuk menarik wisatawan bisnis.
Strategi Pasar Regional
- China, Jepang, Taiwan: Fokus pada pariwisata kota sekunder dan kunjungan berulang.
- Asia Tenggara dan Timur Tengah: Produk wisata berbasis budaya Korea, termasuk K-Pop dan kuliner.
- Amerika Utara dan Eropa: Perluasan titik kontak daring dan luring untuk menangkap permintaan baru.
